Tim Van Damme Inspired by Tim Vand Damme

Blog

Oct 7, 2009

Tuhan, Temani Aku Untuk Kembali


Tuhan, maafkan aku. Kali ini aku datang dengan sejuta kemurungan, dengan sejuta kebimbangan, dan berjuta2 kesedihan yang hinggap di raga yang tlah Kau cipta ini. Aku tak bermaksud untuk tak bersyukur atas apa yang tlah Kau berikan kepadaku Tuhan, apalagi aku ingin menyalahkanMu, tentu bukan sekali. Hanya saja kali ini aku sedang merasa berputus asa Tuhan...


Entah kenapa Tuhan, aku ingin sekali memutar waktu yang tlah Kau berikan padaku. Ingin sekali menghentikan waktu ini dan kembali ke masa lalu. Ingin sekali rasanya aku membenahi diri ini Tuhan. Mungkin jika aku bisa kembali lagi ke awal kehidupanku, aku akan lebih memilih menjadi sesosok manusia yang biasa2 saja Tuhan. Aku ingin menjadi manusia dengan kecerdasan biasa2 saja, ingin menjadi manusia yang berpikiran biasa2 saja, ingin menjadi manusia yang mempunyai pendirian yang biasa2 saja, dan ingin semua hal yang terjadi dalam hidupku adalah hal yang biasa2 saja.

Aku tau Tuhan, Engkau mungkin marah padaku yang sungguh tak bisa menghargai pemberian dan anugerahmu yang luar biasa ini. Hanya saja Tuhan, aku terkadang menjadi semakin tak berdaya dan menyesali segalanya ketika semua kelebihan yang Kau berikan untukku tak berarti sedikitpun untuk orang banyak. Aku menyesali semuanya ketika hidupku yang penuh anugerah dariMu ini hanya aku yang bisa menikmatinya, hanya aku yang bisa merasakannya, tanpa bisa aku membagi dengan yang lain..

Tuhan, ingin sekali aku bertanya padaMu. Mengapa tak Kau anugerahkan padaku kemampuan untuk berbagi Tuhan. Aku mau menjadi seperti mereka Tuhan, yang biasa2 saja tapi mereka mampu berbagi. Tapi aku Tuhan, aku memiliki anugerah yang sungguh luar biasa sempurna dariMu, tapi kenapa aku tak jua bisa berbagi Tuhan. Kenapa Tuhan? Kenapa?

Tuhan, benar2 aku tak pernah menyalahkanMu atas semua keegoisan yang aku miliki ini. Tapi Tuhan, temanilah aku untuk kembali ke masa lalu dan membenahi semuanya. Temani aku untuk kembali padaMu. Aku sangat2 merindukanMu dalam kepolosanku..

#Ah, entah mengapa aku menjadi sangat tidak tau diri seperti ini#

0 komentar:

Post a Comment

Labels

apa aja (8) blog (1) cinta (6) fiksi (3) hidup (11) inspirasi (3) lelaki (4) realita (5) reflection (8) setia (2) Tuhan (2)

Blog Archive


sLeep tighT Design by Insight © 2009